Atas cinta yang di beri oleh-NYA,,
Rasa yang tak terartikan,,
Rindu tak kunjung mempertemukan,,
Terbelenggu dalam hasrat keegoisan,..
Kucoba uraikan segala gulana yang bertahta,
Kerap kepahitan memojokkanku dalam kesepian,
Kesendirian tanpa engkau dalam dekapan...
Engkau yang kadang pergi, lalu kembali,
Pergi dan kembali, lagi lagi dan lagi
Aku tak tau tersebab apa kau beginikanku,
Hingga ku berat genggam rasa dalam kelukaan...
Cinta...
Sementara aku berjuang, lawan lukaku sendiri,,
pedihku,,
perihku,,
sakitku,,
pahit, pun airmata selalu sendiri,,
Tanpa terhiraukanmu, tanpa tertolong olehmu...
Sewaktu itu kau dimana!!! sedang apa!!!
Hebatlah,engkau bahagia tanpa airmata
Kusalutkan kemenanganmu...
Kuakui,,.
Aku hanya insan lemah, wajar kalah,,
Namun senantiasa siap menelan kekecewaan,
Siap berpundak beban derita,,
Kala kekalahanku,,
Kuterpenjara dalam ruangan hampa yang terpenuhi bayanganmu,,
Tak kunjung ku temukan pintu nyatamu,,
Perlahan sang waktu pun renggut senyum dan tawaku,,
Adilkah teruntukku
Kini telah ku lapangkan hatiku,,
Kuterima kembali hadirmu,,
Meski raut wajahku tetap dalam kemurungan,,
Enggan menampakan kebahagiaan
Dan kusediakan kekuatanku,
Kutombakkan keberanianku,
Esokku masih banyak badai,, penat,, rintang,,
Perisaiku kini kuat, tahan segala terpaan badai,,
Kakiku ku kekarkan
Tangan telah perkasa
Tuk hadapi perintang dan penat,,
Aku siap arungi setiap detikku...