Ya Allah,,.
Ampunilah dosa-dosaku
Kuterlalu lama berpaling dari-MU
Kaki ini berjuang untuknya yang berparas anggun
Bahkan airmata ku teteskan untuknya yang istimewa dimataku
Ya Allah,,.
Jika dapat kumemohon
Jagalah hatiku
Lindungilah dari uji coba-MU
Kuatkanlah saat kegalauan merajaiku
Maka,,
Maafkanlah aku bersama airmata yang genangi telapak tanganku
Yang tiada henti ku memohon pada-MU
Nista yang terangkai
Nafsu yang membuncah
Hapuslah dari logikaku
Biar aku setenang petafa
Ya Allah,,.
Pabila dapat ku memilih takdirku
Takdirkanlah ia sebagai jodoh hidup matiku
Suratkanlah kebahagiaan tuk kami
Lalu kuatkanlah cinta kami
Agar mampu mengalahkan badai perintang
Dan jauhkanlah kami dari prasangka
Prasangka yang meruntuhkan cinta kami
Minggu, 06 Juli 2014
Tulisan Hati
Terpenjara pupusnya mimpi-mimpi
Terperangkap dalam kelaraan hati
Terserang kelumpuhan bebani langkah kaki
Bagaimanakah ku tegarkan kerapuhan diri
Dalam kemurungan sayu
ku coba mengertikan arti putusnya rasa
Asa cinta yang harus terkubur
Namun kini,,
Kumerasa ada yang beda
Pagiku,
Siangku,
Soreku,
Senjaku,
Malamku
Saat kumelihat,
Semua gelap tanpa warna
Butakah mata
Saat ku mendengar,
Tiada sepatah kata menembus telinga
Tulikah telinga
Saat ku ingin berkata,
Tiada suara terbuang
Bisukah mulutku
Logikaku melayang jauh
Jiwaku luruh
Hati ini perlahan runtuh
Ku terjatuh ke bumi
Dalam belantara kesengsaraan
Kan ku terobos segala pembatas mimpi-mimpi
Tuk menemui cahaya di penghujung titian
Terperangkap dalam kelaraan hati
Terserang kelumpuhan bebani langkah kaki
Bagaimanakah ku tegarkan kerapuhan diri
Dalam kemurungan sayu
ku coba mengertikan arti putusnya rasa
Asa cinta yang harus terkubur
Namun kini,,
Kumerasa ada yang beda
Pagiku,
Siangku,
Soreku,
Senjaku,
Malamku
Saat kumelihat,
Semua gelap tanpa warna
Butakah mata
Saat ku mendengar,
Tiada sepatah kata menembus telinga
Tulikah telinga
Saat ku ingin berkata,
Tiada suara terbuang
Bisukah mulutku
Logikaku melayang jauh
Jiwaku luruh
Hati ini perlahan runtuh
Ku terjatuh ke bumi
Dalam belantara kesengsaraan
Kan ku terobos segala pembatas mimpi-mimpi
Tuk menemui cahaya di penghujung titian
Berikan Waktumu
Aku hanyalah insan tak berdaya
Kelemahan yang mampu ku lebihkan
Kerapuhan adalah kekuatanku
Namun mencintaimu, keseimbanganku
Ku ikuti hati kemana langkahmu
Ku turuti segala kemauanmu
Meski sakit kupaksakan
Lelah ku abaikan
Inilah pembuktian kekuatan cintaku
Pengorbanan yang ku tombakkan
Kasih...
Ku ingin kau mengertikanku
Ku disini membutuhkanmu
Meski jarak adalah perintang
Pekerjaan adalah hambatan
Rindu tetap ku dambakanmu
Kasih,,,..
Aku ada
Bukan pelipur laramu saja
Aku bertahta
Bukan yang harus kau abaikan
Aku bersinggasana
Jangan beriku kekecewaan
Kasih...
Berilah waktumu tuk ku, tuk kita pertemukan rindu
Ku tau kau terganggu
Tapi dengarlah jerit hatiku
Sesak merindukan kemesraan
Kasih Pahamilah aku
Penantianku
Menelan berbagai kepahitan
Ku bertahan, ku mengertikan
Agar tiada pertikaian
Kelemahan yang mampu ku lebihkan
Kerapuhan adalah kekuatanku
Namun mencintaimu, keseimbanganku
Ku ikuti hati kemana langkahmu
Ku turuti segala kemauanmu
Meski sakit kupaksakan
Lelah ku abaikan
Inilah pembuktian kekuatan cintaku
Pengorbanan yang ku tombakkan
Kasih...
Ku ingin kau mengertikanku
Ku disini membutuhkanmu
Meski jarak adalah perintang
Pekerjaan adalah hambatan
Rindu tetap ku dambakanmu
Kasih,,,..
Aku ada
Bukan pelipur laramu saja
Aku bertahta
Bukan yang harus kau abaikan
Aku bersinggasana
Jangan beriku kekecewaan
Kasih...
Berilah waktumu tuk ku, tuk kita pertemukan rindu
Ku tau kau terganggu
Tapi dengarlah jerit hatiku
Sesak merindukan kemesraan
Kasih Pahamilah aku
Penantianku
Menelan berbagai kepahitan
Ku bertahan, ku mengertikan
Agar tiada pertikaian
()
Masih mampukah ku lukis nirwana
Semenjak airmata genangi bola mata
Indah tak mampu lagi ku pandangi
Samar sudah mataku ini
Terlalu takut ku melangkah
Teramat sakit ku ayunkan kaki
Terik begitu menjulurkan sengatnya
Disudut kelam malam
Bulan tak lagi bersinar
Harus kemana lagi ku bersandar
Hanya airmata, airmata dan airmata
Yang mampu ku keluarkan
Dinyata, maya, maupun bawah sadar
Riuh hati memudar
Rekah senyumku terenggut
Kasih,,.
Engkau pertama yang mengertiku
Dikala hatiku kesepian
Kau hadir bawakan senyuman
Engkau teristimewa, engkau terindah
Dihidupku, disetiap detik menitku
Kau slalu sejukan jiwaku
Namun,,
Terdampar ku ke lembah nestafa kini
Pahit terpedih hujani hati ini
Bagai seribu panah menusukku
Kasih,,
Mengapa kau lumpuhkanku
Kau pupuskan segala asaku
Terpatahlah semangat hidupku
Jika kau mau tau
Lalu tak kan tinggalkanku
Betapa tulus dari hatiku
Ku mencintaimu
Terlalu takut kehilanganmu
Semenjak airmata genangi bola mata
Indah tak mampu lagi ku pandangi
Samar sudah mataku ini
Terlalu takut ku melangkah
Teramat sakit ku ayunkan kaki
Terik begitu menjulurkan sengatnya
Disudut kelam malam
Bulan tak lagi bersinar
Harus kemana lagi ku bersandar
Hanya airmata, airmata dan airmata
Yang mampu ku keluarkan
Dinyata, maya, maupun bawah sadar
Riuh hati memudar
Rekah senyumku terenggut
Kasih,,.
Engkau pertama yang mengertiku
Dikala hatiku kesepian
Kau hadir bawakan senyuman
Engkau teristimewa, engkau terindah
Dihidupku, disetiap detik menitku
Kau slalu sejukan jiwaku
Namun,,
Terdampar ku ke lembah nestafa kini
Pahit terpedih hujani hati ini
Bagai seribu panah menusukku
Kasih,,
Mengapa kau lumpuhkanku
Kau pupuskan segala asaku
Terpatahlah semangat hidupku
Jika kau mau tau
Lalu tak kan tinggalkanku
Betapa tulus dari hatiku
Ku mencintaimu
Terlalu takut kehilanganmu
Hilangmu
Disini...
Ditempat ini...
Dermaga kecil yang penuh airmataku
Dermaga yang bertumpah darahku
Seperti ku terhempas ke lembah duka
Angin yang menggeraikan rambutku
Bagai murka sang pencipta tuk ku
Aahh hati ini hanya bisa meronta
Jiwaku redup diam
Tiada kekuatan bagiku
Ragakupun...Seakan lumpuh
Bagai serpihan logam mengkekalkan
Kesendirianku, keterpurukanku
Aku kehilangan
Arti sebuah kehidupan
Kini...
Tak ada lagi yang tersisa tuk ku
Selain airmata kepiluan
Engkau t'lah pergi
Mungkin tak kan kembali
Tiada lekang tak kan hilang
Kenangan tiada mampu ku lupakan
Kian bayang mengingatkan
Kian ku dalam kelukaan
Dahsyat menyesakkan rongga dada
Logika pun tak mampu menahan kuasa
Ditempat ini...
Dermaga kecil yang penuh airmataku
Dermaga yang bertumpah darahku
Seperti ku terhempas ke lembah duka
Angin yang menggeraikan rambutku
Bagai murka sang pencipta tuk ku
Aahh hati ini hanya bisa meronta
Jiwaku redup diam
Tiada kekuatan bagiku
Ragakupun...Seakan lumpuh
Bagai serpihan logam mengkekalkan
Kesendirianku, keterpurukanku
Aku kehilangan
Arti sebuah kehidupan
Kini...
Tak ada lagi yang tersisa tuk ku
Selain airmata kepiluan
Engkau t'lah pergi
Mungkin tak kan kembali
Tiada lekang tak kan hilang
Kenangan tiada mampu ku lupakan
Kian bayang mengingatkan
Kian ku dalam kelukaan
Dahsyat menyesakkan rongga dada
Logika pun tak mampu menahan kuasa
Satu
Terlalu lama kau menghilang
Terlalu lama jarak renggang
Tiada terlelah ku menantikan
Saat indah bersamamu terulang
Meski kau yang tumpah airmataku
Kau yang buatku mengerti sakit hatiku
Kau yang hadirkan kemelut jiwaku
Kau Yang ajarkanku arti kehilangan
Tiada hati tuk usaikan rasa
Masih teguh ia mencinta
Inginkan kau abadi disisihku
Ku akui...
Engkaulah terspesial
Yang buatku bahagia
Engkaulah laksana mentari
Yang hangatkanku hatiku kala membeku
Engkaulah harapan-harapanku
YAng buatku tegar merangkai masa depan
Kasih...
Tak mampu lagi ku mengulang
Tragedi pahit dalam penantian
Setahun cukup bagiku dalam kesorangan
Kasih...
Jangan pergi lagi
Menetaplah dan abadilah disisihku
Hingga maut adalah akhir cerita kita
Dan kita rajut mahligai bahagia
Kita tunjukan pada jagat raya
Kita adalah satu yang tak terpisahkan
Terlalu lama jarak renggang
Tiada terlelah ku menantikan
Saat indah bersamamu terulang
Meski kau yang tumpah airmataku
Kau yang buatku mengerti sakit hatiku
Kau yang hadirkan kemelut jiwaku
Kau Yang ajarkanku arti kehilangan
Tiada hati tuk usaikan rasa
Masih teguh ia mencinta
Inginkan kau abadi disisihku
Ku akui...
Engkaulah terspesial
Yang buatku bahagia
Engkaulah laksana mentari
Yang hangatkanku hatiku kala membeku
Engkaulah harapan-harapanku
YAng buatku tegar merangkai masa depan
Kasih...
Tak mampu lagi ku mengulang
Tragedi pahit dalam penantian
Setahun cukup bagiku dalam kesorangan
Kasih...
Jangan pergi lagi
Menetaplah dan abadilah disisihku
Hingga maut adalah akhir cerita kita
Dan kita rajut mahligai bahagia
Kita tunjukan pada jagat raya
Kita adalah satu yang tak terpisahkan
puitis
Atas cinta yang di beri oleh-NYA,, rasa yang tak terartikan,, rindu tak kunjung mempertemukan, terbelenggu dalam hasrat keegoisan,
Kucoba uraikan segala gulana yang bertahta, kerap kepahitan memojokkanku dalam kesepian, kesendirian tanpa engkau dalam dekapan...
Engkau yang kadang pergi, lalu kembali, pergi dan kembali, lagi lagi dan lagi
aku tak tau tersebab apa kau beginikanku, hingga ku berat genggam rasa dalam kelukaan...
cinta...
sementara aku berjuang, lawan lukaku sendiri,, pedihku,, perihku,, sakitku, pahit, pun airmata selalu sendiri, tanpa terhiraukanmu, tanpa tertolong olehmu... sewaktu itu kau dimana!!! sedang apa!!!
Hebatlah,engkau bahagia tanpa airmata
kusalutkan kemenanganmu...
kuakui,,. aku hanya insan lemah, wajar kalah,,namun senantiasa siap menelan kekecewaan,
siap berpundak beban derita,,
kala kekalahanku,,
kuterpenjara dalam ruangan hampa yang terpenuhi bayanganmu,, tak kunjung ku temukan pintu nyatamu,, perlahan sang waktu pun renggut senyum dan tawaku,,
adilkah teruntukku
kini telah ku lapangkan hatiku,, kuterima kembali hadirmu,, meski raut wajahku tetap dalam kemurungan,, enggan menampakan kebahagiaan
dan kusediakan kekuatanku, kutombakkan keberanianku,
esokku masih banyak badai,, penat,, rintang,,
perisaiku kini kuat, tahan segala terpaan badai,,
kakiku ku kekarkan dan tangan telah perkasa tuk hadapi perintang dan penat,,
aku siap arungi setiap detikku
Kucoba uraikan segala gulana yang bertahta, kerap kepahitan memojokkanku dalam kesepian, kesendirian tanpa engkau dalam dekapan...
Engkau yang kadang pergi, lalu kembali, pergi dan kembali, lagi lagi dan lagi
aku tak tau tersebab apa kau beginikanku, hingga ku berat genggam rasa dalam kelukaan...
cinta...
sementara aku berjuang, lawan lukaku sendiri,, pedihku,, perihku,, sakitku, pahit, pun airmata selalu sendiri, tanpa terhiraukanmu, tanpa tertolong olehmu... sewaktu itu kau dimana!!! sedang apa!!!
Hebatlah,engkau bahagia tanpa airmata
kusalutkan kemenanganmu...
kuakui,,. aku hanya insan lemah, wajar kalah,,namun senantiasa siap menelan kekecewaan,
siap berpundak beban derita,,
kala kekalahanku,,
kuterpenjara dalam ruangan hampa yang terpenuhi bayanganmu,, tak kunjung ku temukan pintu nyatamu,, perlahan sang waktu pun renggut senyum dan tawaku,,
adilkah teruntukku
kini telah ku lapangkan hatiku,, kuterima kembali hadirmu,, meski raut wajahku tetap dalam kemurungan,, enggan menampakan kebahagiaan
dan kusediakan kekuatanku, kutombakkan keberanianku,
esokku masih banyak badai,, penat,, rintang,,
perisaiku kini kuat, tahan segala terpaan badai,,
kakiku ku kekarkan dan tangan telah perkasa tuk hadapi perintang dan penat,,
aku siap arungi setiap detikku
Ku tulis ini bersama linang airmata
Seraya kau pergi tinggalkan rasa
Titipkan sejuta tanya
Tertatih ku diperas lara
Kupasrah...
Jika itu pilihan terbaikmu
Meski hati menelan bara
Jiwa terguncang derita
Melumpuhkan raga
Kasih...
Jika kau mengerti, lalu kan pahami
Dengarlah bisikkan hatiku
Tulus ku mencintaimu
Tanpa sebab dan alasan
Akan tetapi kau hanya patuh terhadap egomu saja
Seraya kau pergi tinggalkan rasa
Titipkan sejuta tanya
Tertatih ku diperas lara
Kupasrah...
Jika itu pilihan terbaikmu
Meski hati menelan bara
Jiwa terguncang derita
Melumpuhkan raga
Kasih...
Jika kau mengerti, lalu kan pahami
Dengarlah bisikkan hatiku
Tulus ku mencintaimu
Tanpa sebab dan alasan
Akan tetapi kau hanya patuh terhadap egomu saja
Pulangmu
Telah bersinar hakikat
Airmata jadi tawa
Sedih jadi bahagia
Haru biru tlah terbuang
Kau pulang pada pelukku
Lalalalalaaaa
Ingin ku nyanyikan sebuah lagu
Bertema syair kebahagiaan
Penuh dawai curahan tawa
Bermelodi senyum seksama
Ingin ku suarakan pada alam raya
Ku teriakkan hati dan sukma
Bahwa penantian cintaku tlah sudah
Engkau tlah kembali, engkau kembali
Sujud sukur ku pada sang pencipta
Tlah dengar setiap do'a dan ijabah
Kebahagiaan merangkul pada hidupku
Tlah IA kembalikan kau untukku
Airmata jadi tawa
Sedih jadi bahagia
Haru biru tlah terbuang
Kau pulang pada pelukku
Lalalalalaaaa
Ingin ku nyanyikan sebuah lagu
Bertema syair kebahagiaan
Penuh dawai curahan tawa
Bermelodi senyum seksama
Ingin ku suarakan pada alam raya
Ku teriakkan hati dan sukma
Bahwa penantian cintaku tlah sudah
Engkau tlah kembali, engkau kembali
Sujud sukur ku pada sang pencipta
Tlah dengar setiap do'a dan ijabah
Kebahagiaan merangkul pada hidupku
Tlah IA kembalikan kau untukku
Kini___
Bagaikan butiran debu yang setia pada arah angin
Diriku yang tanpa belaian kasihmu
Diriku yang berairmata berlumur darah
Terbang kembali ke galaksi lara
Jika dulu kau berkata;
Hanya aku pemilik tahta hatimu
Hanya aku satu dalam hatimu
Selamanya dan tak terganti
Ku bahagia
Namun kini,,.
Sungguh kejam kau berlalu
Kau tinggalkanku demi cinta yang baru
Kau khianati putih kasihku
Kau rampas kebahagiaanku
Lalu kau ganti dengan airmata pilu
Salah apa aku
Dosakah aku padamu
Hingga ku terganti, ku lengser dari hatimu
Jawaaaaaaabb!!!!! jawab tanyaku,?!
Aku yang slalu ada kala kau gundah
Aku yang menelan derita saat kau berkesah
Lalu sajikan senyum setelah airmata
Pula slalu terluka setiap kau berkisah masa silam
Aku kecewa.....
aaaaaaaaaaaaaa
Tuhaaaaaaanh...
Peliharalah rasaku ini
Aku hanya insan biasa
Yang tak luput dari rasa amarah
Dan lenyapkanlah nistaku ini
Musnahkan dendamku padanya
karna sungguh ku tak ingin membencinya
Diriku yang tanpa belaian kasihmu
Diriku yang berairmata berlumur darah
Terbang kembali ke galaksi lara
Jika dulu kau berkata;
Hanya aku pemilik tahta hatimu
Hanya aku satu dalam hatimu
Selamanya dan tak terganti
Ku bahagia
Namun kini,,.
Sungguh kejam kau berlalu
Kau tinggalkanku demi cinta yang baru
Kau khianati putih kasihku
Kau rampas kebahagiaanku
Lalu kau ganti dengan airmata pilu
Salah apa aku
Dosakah aku padamu
Hingga ku terganti, ku lengser dari hatimu
Jawaaaaaaabb!!!!! jawab tanyaku,?!
Aku yang slalu ada kala kau gundah
Aku yang menelan derita saat kau berkesah
Lalu sajikan senyum setelah airmata
Pula slalu terluka setiap kau berkisah masa silam
Aku kecewa.....
aaaaaaaaaaaaaa
Tuhaaaaaaanh...
Peliharalah rasaku ini
Aku hanya insan biasa
Yang tak luput dari rasa amarah
Dan lenyapkanlah nistaku ini
Musnahkan dendamku padanya
karna sungguh ku tak ingin membencinya
Lupakan
Sudahkah kau melupakanku
Paadahal,
Sejenak saja ku hindarimu
Bayangmu mengejarku
Padahal,
Ku tak ingin kau berlalu
Tapi kau meninggalkanku
Kini tutur sapa denganmu
Hanyalah impian saja
Bertemu denganmu
Khayalku semata
Merindukanmu
Tak kan jadi nyata
Pedih ku ayunkan langkah
Perih hati mencerna nyata
Pahit diterima logika
Akankah kau kan kembali
Temaniku merangkai mimpi
Dimana harus ku cari
Bila hati tak mampu menahan kuasa rindu
Sesungguhnya,
Hatiku telah memilikimu
Tapi tak kan ku iba padamu
Karna kau tak pernah mencintaiku
Dan kebodohanku adalah mencintaimu
Paadahal,
Sejenak saja ku hindarimu
Bayangmu mengejarku
Padahal,
Ku tak ingin kau berlalu
Tapi kau meninggalkanku
Kini tutur sapa denganmu
Hanyalah impian saja
Bertemu denganmu
Khayalku semata
Merindukanmu
Tak kan jadi nyata
Pedih ku ayunkan langkah
Perih hati mencerna nyata
Pahit diterima logika
Akankah kau kan kembali
Temaniku merangkai mimpi
Dimana harus ku cari
Bila hati tak mampu menahan kuasa rindu
Sesungguhnya,
Hatiku telah memilikimu
Tapi tak kan ku iba padamu
Karna kau tak pernah mencintaiku
Dan kebodohanku adalah mencintaimu
Ketakutanku
Meski perih merajaiku
Meski badai membantaiku
Cinta ajarkanku tegar
Cinta kuatkanku
Jauh sudah rasa itu mendalam
Mengalir di setiap pembuluh darah
Bahkan kerap menyiksaku
Hingga seakan ragaku melumpuh
Kau satu dihatiku
Kau teristimewa tuk hidupku
Hilangmu ku takuti
Menduamu ataupun pengkhianatanmu tak ingin ku dapati
Namun...T_T
Tabir telah terubah
Kau mendua, Kau khianati cinta putihku
Ku terluka lebih dari sakit jatuh airmata
Nelangsanya hati...
Seperti tiada sesal bagimu
Seolah kau tak bersalah besar
Lalu semudah itu kau bermaaf
Tanpa kau hirau ku yang terluka
Maafkan aku kasih...
Hanya maafmu saja
Tak mampu menebus semuanya
Kasih...
Nikmatilah kebersamaanmu denganya
Dan biarlah ku tinggalkan cerita
Agar tiada hati yang terluka
Dan biarlah waktu membawaku,
Menemukan kebahagiaanku
Meski pedih perih mengiringi gontai langkahku
Meski badai membantaiku
Cinta ajarkanku tegar
Cinta kuatkanku
Jauh sudah rasa itu mendalam
Mengalir di setiap pembuluh darah
Bahkan kerap menyiksaku
Hingga seakan ragaku melumpuh
Kau satu dihatiku
Kau teristimewa tuk hidupku
Hilangmu ku takuti
Menduamu ataupun pengkhianatanmu tak ingin ku dapati
Namun...T_T
Tabir telah terubah
Kau mendua, Kau khianati cinta putihku
Ku terluka lebih dari sakit jatuh airmata
Nelangsanya hati...
Seperti tiada sesal bagimu
Seolah kau tak bersalah besar
Lalu semudah itu kau bermaaf
Tanpa kau hirau ku yang terluka
Maafkan aku kasih...
Hanya maafmu saja
Tak mampu menebus semuanya
Kasih...
Nikmatilah kebersamaanmu denganya
Dan biarlah ku tinggalkan cerita
Agar tiada hati yang terluka
Dan biarlah waktu membawaku,
Menemukan kebahagiaanku
Meski pedih perih mengiringi gontai langkahku
Tolong Aku...
Tuhan............
Engkau pasti mengerti
Tragedi yang terhujam pada kami
Badai tak mampu kami jadikan kawan
Sementara rindu menenggelamkan
Dan sayang menghitamkan putih
Pada kami yang telah terpisah
Pada rasa yang ingkar
Janji terbelit dusta
Mungkinkah kami kembali menyatu
Tuhan...
Seandainya perpisahan adalah yang terbaik bagi kami
Alangkah bahagia terpancar dari wajahku
Engkau tak mentakdirkan ia sebagai jodohku
Namun di balik rahasia yang tersembunyi
Hatiku tak mampu menahan isak
Seakan menggema ke jiwaku
Dan... akankah ku mampu mengunyah pahit
Oh Tuhan...
Tolonglah aku,
Peliharalah aku,
Agar ku tak terjatuh,
Agar ku tak tertatih...
Tuhan...
Lenyapkanlah bayanganya dari ingatku
Hapuslah segala rasa untuknya dari hatiku
Berilah aku perlindungan-MU
Bimbinglah aku menghadapi hidupku
Hinggu terasa damai hidupku
Tiada semisai pun benci dan dendam
Tuhan...
Dan do'aku terakhir pada-MU
Jangan beri ia airmata
Jangan limpahkan ia luka
Agar ia tak mampu bersedih
Maka karuniakanlah senyum tawa untuknya
Anugerahkan kebahagiaan di hidupnya
Engkau pasti mengerti
Tragedi yang terhujam pada kami
Badai tak mampu kami jadikan kawan
Sementara rindu menenggelamkan
Dan sayang menghitamkan putih
Pada kami yang telah terpisah
Pada rasa yang ingkar
Janji terbelit dusta
Mungkinkah kami kembali menyatu
Tuhan...
Seandainya perpisahan adalah yang terbaik bagi kami
Alangkah bahagia terpancar dari wajahku
Engkau tak mentakdirkan ia sebagai jodohku
Namun di balik rahasia yang tersembunyi
Hatiku tak mampu menahan isak
Seakan menggema ke jiwaku
Dan... akankah ku mampu mengunyah pahit
Oh Tuhan...
Tolonglah aku,
Peliharalah aku,
Agar ku tak terjatuh,
Agar ku tak tertatih...
Tuhan...
Lenyapkanlah bayanganya dari ingatku
Hapuslah segala rasa untuknya dari hatiku
Berilah aku perlindungan-MU
Bimbinglah aku menghadapi hidupku
Hinggu terasa damai hidupku
Tiada semisai pun benci dan dendam
Tuhan...
Dan do'aku terakhir pada-MU
Jangan beri ia airmata
Jangan limpahkan ia luka
Agar ia tak mampu bersedih
Maka karuniakanlah senyum tawa untuknya
Anugerahkan kebahagiaan di hidupnya
Sabtu, 05 Juli 2014
Kasih Tak Sampai (Hanya Hati)
Mencintaimu...
Hasrat membelenggu dalam qolbu
Keinginan yang tertinggal dalam relungku
Sesakkan rongga dadaku
Gelapkan pikirku
Kubawa kasih kemana langkah kaki
Meski jalan berliku kan ku lalui
Lubang kan siap menanti
Meski engkau tak pernah tau
Ingin saja ku ungkap padamu
Rahasia hati yang menyiksaku
Ingin dapat ku bilang i love you
Namun seraya ketidak mampuanku
Tertahan diantara dusta dan airmataku
Maka ku simpan kasih dalam hati saja
Kujadikan rahasia hati saja
Selama atau semasih jantungku berdetak hingga terhenti
Agar tak pernah ada yang tau
Bahwa kasih ini tak harus sampai
Hasrat membelenggu dalam qolbu
Keinginan yang tertinggal dalam relungku
Sesakkan rongga dadaku
Gelapkan pikirku
Kubawa kasih kemana langkah kaki
Meski jalan berliku kan ku lalui
Lubang kan siap menanti
Meski engkau tak pernah tau
Ingin saja ku ungkap padamu
Rahasia hati yang menyiksaku
Ingin dapat ku bilang i love you
Namun seraya ketidak mampuanku
Tertahan diantara dusta dan airmataku
Maka ku simpan kasih dalam hati saja
Kujadikan rahasia hati saja
Selama atau semasih jantungku berdetak hingga terhenti
Agar tak pernah ada yang tau
Bahwa kasih ini tak harus sampai
Poem
Wahai angin malam
Bawalah terbang jiwaku
Jiwa yang siksa
Karna terpukuli derita
Wahai kedip bintang
Berikan cahayamu
Tuk menyinari jalanku
Agar tak ku terbawa ke lorong kegelapan
Wahai terang bulan
Ku pastikan kau membawakan kebahagiaan
Ku pasrahkan bahagia padamu
Limpahkanlah segala tawa tuk hiburku
Wahai pujangga...
Kirimkanlah nada seindah nirwana
Biar ku mampu beraksara sepertimu
Bawalah terbang jiwaku
Jiwa yang siksa
Karna terpukuli derita
Wahai kedip bintang
Berikan cahayamu
Tuk menyinari jalanku
Agar tak ku terbawa ke lorong kegelapan
Wahai terang bulan
Ku pastikan kau membawakan kebahagiaan
Ku pasrahkan bahagia padamu
Limpahkanlah segala tawa tuk hiburku
Wahai pujangga...
Kirimkanlah nada seindah nirwana
Biar ku mampu beraksara sepertimu
Andai
Kelam malam tak beranjak pergi
Lamban sang waktu menemukan pagi
Dalam hentian yang masih misteri
Ku bersujud pasrah
Atas segala keluh kesah
Ku berdo'a,
Semoga tabir terkunci
Secepat cahaya sesegera membebaskan diri
Andai kau tak pergi
Andai kasih tak kau buat terhenti
Ku yakin kebahagian masih dharma
Dan derita terhapus tawa
Engkau yang kini pergi
Ku hanya mampu do'akan
Semoga kasih kau bahagia
Andaikan kau datang kembali
Kembali menerima kasihku
Tak kan ku sia-siakan dirimu kasih
Namun kini ku tak tau
Apakah kau telah dapat penggantiku
Atau masih menanti ku menghampirimu
Semoga kau dengar bisikan kalbuku
Kurindu tutur sapamu nan manja
Ku rindu senyum menawanmu
Ku rindu pelukmu,
Ku rindu ketika ku cium keningmu
Ku rindu semuanya
Jika kau mengerti
Jika kau pahami
Lalu kan kembali
Kan ku ceritakan isi hati ini
Bahwa ku mencintaimu
Kemarin,
Kini,
Esok,
Selamanya ku mencintaimu
Maka kan ku hentikan nyanyian hati yang duka
Yang berdarah menumpah airmata
Dengan harapan yang nyata
Lamban sang waktu menemukan pagi
Dalam hentian yang masih misteri
Ku bersujud pasrah
Atas segala keluh kesah
Ku berdo'a,
Semoga tabir terkunci
Secepat cahaya sesegera membebaskan diri
Andai kau tak pergi
Andai kasih tak kau buat terhenti
Ku yakin kebahagian masih dharma
Dan derita terhapus tawa
Engkau yang kini pergi
Ku hanya mampu do'akan
Semoga kasih kau bahagia
Andaikan kau datang kembali
Kembali menerima kasihku
Tak kan ku sia-siakan dirimu kasih
Namun kini ku tak tau
Apakah kau telah dapat penggantiku
Atau masih menanti ku menghampirimu
Semoga kau dengar bisikan kalbuku
Kurindu tutur sapamu nan manja
Ku rindu senyum menawanmu
Ku rindu pelukmu,
Ku rindu ketika ku cium keningmu
Ku rindu semuanya
Jika kau mengerti
Jika kau pahami
Lalu kan kembali
Kan ku ceritakan isi hati ini
Bahwa ku mencintaimu
Kemarin,
Kini,
Esok,
Selamanya ku mencintaimu
Maka kan ku hentikan nyanyian hati yang duka
Yang berdarah menumpah airmata
Dengan harapan yang nyata
Untukmu (Dari Hatiku)
Cinta tak dapat di paksakan
Maupun memaksakan
Cinta datang dari pandang mata
Turun kehati merambat di jiwa
Mungkin itulah cinta yang tulus
Cinta putih yang tanpa alasan
Cinta yang melekat dalam diri ini
Tiada pernah ada rasa benci
Bahkan semisaipun
Meski pernah kau dustai
Tiada pernah dendam menghinggapi
Bahkan setitik pun tak ada
Meski selalu kau buatkan luka
Karna cinta tlah ajarkanku menghapus benci dan dendamku
Mungkin kau tak pernah tau
Bila jarak sedang terabaikan
Betapa ku merindukanmu
Mungkin kau tak kan pernah tau
Bila pertiakaian tak lagi terbendung
Ingin ku meredam
Karna ku teramat takut kehilanganmu
Maupun memaksakan
Cinta datang dari pandang mata
Turun kehati merambat di jiwa
Mungkin itulah cinta yang tulus
Cinta putih yang tanpa alasan
Cinta yang melekat dalam diri ini
Tiada pernah ada rasa benci
Bahkan semisaipun
Meski pernah kau dustai
Tiada pernah dendam menghinggapi
Bahkan setitik pun tak ada
Meski selalu kau buatkan luka
Karna cinta tlah ajarkanku menghapus benci dan dendamku
Mungkin kau tak pernah tau
Bila jarak sedang terabaikan
Betapa ku merindukanmu
Mungkin kau tak kan pernah tau
Bila pertiakaian tak lagi terbendung
Ingin ku meredam
Karna ku teramat takut kehilanganmu
::_Mengapa Harus PUISI_::
Tak seperti yang ku bayangkan
Goresan pena berperang dalam kertas
Hanya tuk menguras kenangan bersamamu
Saat cinta hebat mengusir airmata
Membebaskan segala belenggu lara
Hingga terceloteh keriangan tawa
Mengapa Tuhan beriku aksara
Jika adanya hanya mengundang airmata
Mengapa harus dalam sebuah coretan puisi
Ku menumpahkan segala kisah
Yang saat ini harus mempersembahkan perpisahan
Bukan ku ingin hentikan puisi
Bukan pula kehilangan aksara
Hanya karna tersamar airmata
Akan tetapi,..
Kini tak ada arti lagi ku berpuisi
Bila kenyataannya ku tlah sendiri
Kita tlah terpisahkan
Kau pergi
Tak ada lagi dirimu kasih
Tak mampu lagi ku bersanding mengikiskan pena
Seakan sepotong bara telah padam
Tuk menggerakan hati mengaiz aksara
Goresan pena berperang dalam kertas
Hanya tuk menguras kenangan bersamamu
Saat cinta hebat mengusir airmata
Membebaskan segala belenggu lara
Hingga terceloteh keriangan tawa
Mengapa Tuhan beriku aksara
Jika adanya hanya mengundang airmata
Mengapa harus dalam sebuah coretan puisi
Ku menumpahkan segala kisah
Yang saat ini harus mempersembahkan perpisahan
Bukan ku ingin hentikan puisi
Bukan pula kehilangan aksara
Hanya karna tersamar airmata
Akan tetapi,..
Kini tak ada arti lagi ku berpuisi
Bila kenyataannya ku tlah sendiri
Kita tlah terpisahkan
Kau pergi
Tak ada lagi dirimu kasih
Tak mampu lagi ku bersanding mengikiskan pena
Seakan sepotong bara telah padam
Tuk menggerakan hati mengaiz aksara
Selamat Jalan
Masih slalu terbayang
Seraut wajah yang tak kan hilang
Wajah yang ku alirkan ke seluruh pembuluh darahku
Bahkan hingga ujung rambutku
Engkau ada, engkau menghantui logika
Namun raga tak berdaya paksa
Kau terburu pergi tanpa berpamitan
Meninggalkan sejuta kerinduan
Nyanyian tentangmu, Tentang rasa yang tak terpupuskan
Yang syairnya mesti tercaci
Kini terhampar di lembah duka
Biarkan ku peluk erat
Airmata yang menetes pilu
Yang terjatuh di telapak tanganku
Terbata do'a
Jerit hati luruh, logika melayang jauh
Jiwaku meronta
Ku akui...
Engkau terindah, yang pernah mengisi hariku
Engkau teristimewa, Engkau nirwana kedamaianku
Meski engkau kini hanya tinggal ilusiku
Selamat jalan...
Semoga kau bahagia selamanya
Dan biarkan ku menyimpan,
Kerinduan dan kenangan
Agar menjadi bukti
Bila suatu hari nanti kau kembali
Selapang dada, seluas telaga hati
Engkau tetap termimpikan diri ini
Seraut wajah yang tak kan hilang
Wajah yang ku alirkan ke seluruh pembuluh darahku
Bahkan hingga ujung rambutku
Engkau ada, engkau menghantui logika
Namun raga tak berdaya paksa
Kau terburu pergi tanpa berpamitan
Meninggalkan sejuta kerinduan
Nyanyian tentangmu, Tentang rasa yang tak terpupuskan
Yang syairnya mesti tercaci
Kini terhampar di lembah duka
Biarkan ku peluk erat
Airmata yang menetes pilu
Yang terjatuh di telapak tanganku
Terbata do'a
Jerit hati luruh, logika melayang jauh
Jiwaku meronta
Ku akui...
Engkau terindah, yang pernah mengisi hariku
Engkau teristimewa, Engkau nirwana kedamaianku
Meski engkau kini hanya tinggal ilusiku
Selamat jalan...
Semoga kau bahagia selamanya
Dan biarkan ku menyimpan,
Kerinduan dan kenangan
Agar menjadi bukti
Bila suatu hari nanti kau kembali
Selapang dada, seluas telaga hati
Engkau tetap termimpikan diri ini
.:Senandung Ilalang Kering:.
S-epoi angin yang tak tau arah
E-ntah ia menghempaskan tiupan lirih
N-yanyian ilalang yang tergerai
A-ku merasakan dengan sunyi
N-yata membisik di telinga
D-awainya menusuk jauh relung sukma
U-ntuk aku yang merelakan kau pergi
N-amun aku mencoba
G-erakkan bibir tuk tersenyum di depanmu
I-nikah siksa cinta yang telah mendalam
L-ubuk hati merasakan pahit yang tak tertolongkan
A-tas kepergianmu yang tak terrelak
L-uluhkan satu per satu harapan
A-ku hanya tersenyum melepasmu
N-amun hati tak kuasa membendung tangis
G-erang mengikiskan karang cintaku
K-iranya kau mau tau
E-ngkau tak kan meninggalkanku
R-abalah isi hatiku
I-ngin engkau menetap siaini
N-yanyikan lagu-laguku, lalu
G-enggam erat hatiku
E-ntah ia menghempaskan tiupan lirih
N-yanyian ilalang yang tergerai
A-ku merasakan dengan sunyi
N-yata membisik di telinga
D-awainya menusuk jauh relung sukma
U-ntuk aku yang merelakan kau pergi
N-amun aku mencoba
G-erakkan bibir tuk tersenyum di depanmu
I-nikah siksa cinta yang telah mendalam
L-ubuk hati merasakan pahit yang tak tertolongkan
A-tas kepergianmu yang tak terrelak
L-uluhkan satu per satu harapan
A-ku hanya tersenyum melepasmu
N-amun hati tak kuasa membendung tangis
G-erang mengikiskan karang cintaku
K-iranya kau mau tau
E-ngkau tak kan meninggalkanku
R-abalah isi hatiku
I-ngin engkau menetap siaini
N-yanyikan lagu-laguku, lalu
G-enggam erat hatiku
Do'a Ku
Ya Allah...
Aku insan dalam dunia yang fana
Tlah banyak menenggak dosa
Sejuta dusta, yang ketil dan yang berlebihan
Dengan udah ku meraihnya
Tanpa berampun pada-MU
Jauh sudah langkah dijalan-MU
Jauh surga melambaikan sinarnya
Aku tertunduk dalam kegelapan
Aku tersesat dengan jalanku
Entah ini karna nafsu,
Atau syaiton yang menguasaiku
Ya Allah...
Aku mohon ampun atas segala akhlak yang kurang terpuji
Terlalu lama ku berlari dari-MU
Teramat banyak kenistaan merajaiku
Sesungguhnya aku takut,
Bila kelak Engkau limpahkan murka
Sesungguhnya aku insan tercela
Yang kini pasrah memohon pada-MU
Ampunilah dosa-dosaku
Maka berikanlah cahaya-MU
sinarilah kegelapan hati ini
Bimbinglah hamba menuju-MU
arahkanlah pandanganku menuju-MU
Karna hanyalah Engkau yang mengerti segala tentang hamba-MU ini
Aku insan dalam dunia yang fana
Tlah banyak menenggak dosa
Sejuta dusta, yang ketil dan yang berlebihan
Dengan udah ku meraihnya
Tanpa berampun pada-MU
Jauh sudah langkah dijalan-MU
Jauh surga melambaikan sinarnya
Aku tertunduk dalam kegelapan
Aku tersesat dengan jalanku
Entah ini karna nafsu,
Atau syaiton yang menguasaiku
Ya Allah...
Aku mohon ampun atas segala akhlak yang kurang terpuji
Terlalu lama ku berlari dari-MU
Teramat banyak kenistaan merajaiku
Sesungguhnya aku takut,
Bila kelak Engkau limpahkan murka
Sesungguhnya aku insan tercela
Yang kini pasrah memohon pada-MU
Ampunilah dosa-dosaku
Maka berikanlah cahaya-MU
sinarilah kegelapan hati ini
Bimbinglah hamba menuju-MU
arahkanlah pandanganku menuju-MU
Karna hanyalah Engkau yang mengerti segala tentang hamba-MU ini
Kenang Aku Dalam Senandungmu (Cinta Tak Direstui)
Aku airmata yang meneliti raut rupamu
Yang terjatuh merasakan senandung perihmu
Aku luka, yang buatmu tersiksa
Lirih menguliti, pedih menghujam nadi
Cinta...
Semua tlah berakhir derita
Engkau bersedih, apalagi daku
Engkau menangis tertumpah arimatamu
Aku pun begitu
Tapi suatu kelak nanti
Ada celah-celah kecil menerobos mimpi
Hingga akhir kau rengkuh bahagia
Aku pun jua
Maafkan aku...
Yang telah memberimu sebuah rasa,
Rasa yang ku alirkan dalam nadimu
Yang aku pun tak sanggup menghentikannya
Maafkan aku...
Hadiahkanmu rindu tak nyata
Yang bayangnya mesti terjerembab di pelupuk matamu
Namun...
Kenanglah aku dalam senandungmu
Ku tak mungkin bisa menjadi milikmu
Karna kita tak punya restu tuk menyatu
Yang terjatuh merasakan senandung perihmu
Aku luka, yang buatmu tersiksa
Lirih menguliti, pedih menghujam nadi
Cinta...
Semua tlah berakhir derita
Engkau bersedih, apalagi daku
Engkau menangis tertumpah arimatamu
Aku pun begitu
Tapi suatu kelak nanti
Ada celah-celah kecil menerobos mimpi
Hingga akhir kau rengkuh bahagia
Aku pun jua
Maafkan aku...
Yang telah memberimu sebuah rasa,
Rasa yang ku alirkan dalam nadimu
Yang aku pun tak sanggup menghentikannya
Maafkan aku...
Hadiahkanmu rindu tak nyata
Yang bayangnya mesti terjerembab di pelupuk matamu
Namun...
Kenanglah aku dalam senandungmu
Ku tak mungkin bisa menjadi milikmu
Karna kita tak punya restu tuk menyatu
Kembalilah
Dalam luka yang menelantarkan rasa
Aku bagai senandung yang hilang
Nyanyian indah yang ada
Entah mengapa syairnya mengalir bersama airmata
Lirih kumenahan
Sakit yang tak terabaikan
Pedih hati terhujamkan
Menerobos hingga relung sukma
Haruskah bertemu denganmu hanya impian
Tutur sapamu nan manja,
Tertinggal dalam kerinduan
Hangat pelukmu, kecup bibirmu
Akankah tersimpan sebagai kenangan
Kembalilah kasih...
Jangan biarkan ku dalam penantian
Sudah teramat lama aku kesepian
Merindukanmu yang tak jua pulang
Kembalilah kasih...
Basuhlah rindu yang melarakan
Hapuslah airmata yang tak bersudah
Kembalilah kasih...
Dengarlah hembusan angin yang menghempas
Yang membawakan keinginan hati tuk jumpa
Karna nafasku tlah sesak
Menghirup aroma pedih dalam lamunan
Kembalilah................
................................................
Aku bagai senandung yang hilang
Nyanyian indah yang ada
Entah mengapa syairnya mengalir bersama airmata
Lirih kumenahan
Sakit yang tak terabaikan
Pedih hati terhujamkan
Menerobos hingga relung sukma
Haruskah bertemu denganmu hanya impian
Tutur sapamu nan manja,
Tertinggal dalam kerinduan
Hangat pelukmu, kecup bibirmu
Akankah tersimpan sebagai kenangan
Kembalilah kasih...
Jangan biarkan ku dalam penantian
Sudah teramat lama aku kesepian
Merindukanmu yang tak jua pulang
Kembalilah kasih...
Basuhlah rindu yang melarakan
Hapuslah airmata yang tak bersudah
Kembalilah kasih...
Dengarlah hembusan angin yang menghempas
Yang membawakan keinginan hati tuk jumpa
Karna nafasku tlah sesak
Menghirup aroma pedih dalam lamunan
Kembalilah................
................................................
__Maafkan Ku Harus Melupakanmu__
Tiada manfa'at lagi ku berkarya sastra
Semua hanya membangkitkan kenangan
Kenangan indah yang mesthi menyakitiku
Meski kau kira aku telah melupa
Engkau salah, kau salah
Aku masih menyimpanya
Namun...
Ya sudahlah bila itu yang kau inginkan
Aku tiada pernah memaksakan
Biarlah semua tersimpan
Selama otakku masih mengingat
Karna dulu rasa itu memang nyata
Kemana engkau pergi,
Kemanan inginmu
Meski hati kau buat tertatih,
Meski janji kau dusta
Meski cinta kau duakan
Lapang dada aku terima
Tanpa ku melamunkan harga diriku
Akan tetapi,,
Semenjak ku mengerti akan hidupku
Melupakanmu adalah hal teristimewa bagiku
Meski hati tiada mampu membencimu
Dan bila kau rindukan aku
Kenang aku, Seorang yang pernah buatmu tersenyum
Kenang aku, Senandung aksara kasih yang kau hentikan
Kenang aku, Meski sebagai hujan kerinduan tak nyata
Semua hanya membangkitkan kenangan
Kenangan indah yang mesthi menyakitiku
Meski kau kira aku telah melupa
Engkau salah, kau salah
Aku masih menyimpanya
Namun...
Ya sudahlah bila itu yang kau inginkan
Aku tiada pernah memaksakan
Biarlah semua tersimpan
Selama otakku masih mengingat
Karna dulu rasa itu memang nyata
Kemana engkau pergi,
Kemanan inginmu
Meski hati kau buat tertatih,
Meski janji kau dusta
Meski cinta kau duakan
Lapang dada aku terima
Tanpa ku melamunkan harga diriku
Akan tetapi,,
Semenjak ku mengerti akan hidupku
Melupakanmu adalah hal teristimewa bagiku
Meski hati tiada mampu membencimu
Dan bila kau rindukan aku
Kenang aku, Seorang yang pernah buatmu tersenyum
Kenang aku, Senandung aksara kasih yang kau hentikan
Kenang aku, Meski sebagai hujan kerinduan tak nyata
Tertatihk Ku Mengenangmu
Bising...
Nyanyian angin lirih melintas telinga
Yang mencoba mentertawaiku di setiap lamunan
Perih tertahan, sakit terhujamkan
Teringat seraut eajah, seribu kenang
Mengantarkan duka, menumpahkan airmata
Andai waktu mampu ku ulang
Saat itu jua
Sebelum ku terlanjur mencintaimu
Tiada inginku mengenalmu
Tiada inginku merasakan rasa itu
Yang sampai kini tak mampu ku menghapusnya
Bayanganmu...
Rindu akan hangatnya cintamu
Rindu akan masa indah bersamamu
Masih menghantui ditiap ingatan
Engkau yang abadi
Engkau terbakar di seluruh nafas ini
Engkau sejati
Yang tak mampu ku rengkuh
Aku rela, meski takdir ku mencoba
Menerima kepedihan di sepanjang masa
Kasih... Maafkan...
Aku hanya mampu mendo'akanmu
Semoga kebahagiaan mengabadi dalam hidupmu
Nyanyian angin lirih melintas telinga
Yang mencoba mentertawaiku di setiap lamunan
Perih tertahan, sakit terhujamkan
Teringat seraut eajah, seribu kenang
Mengantarkan duka, menumpahkan airmata
Andai waktu mampu ku ulang
Saat itu jua
Sebelum ku terlanjur mencintaimu
Tiada inginku mengenalmu
Tiada inginku merasakan rasa itu
Yang sampai kini tak mampu ku menghapusnya
Bayanganmu...
Rindu akan hangatnya cintamu
Rindu akan masa indah bersamamu
Masih menghantui ditiap ingatan
Engkau yang abadi
Engkau terbakar di seluruh nafas ini
Engkau sejati
Yang tak mampu ku rengkuh
Aku rela, meski takdir ku mencoba
Menerima kepedihan di sepanjang masa
Kasih... Maafkan...
Aku hanya mampu mendo'akanmu
Semoga kebahagiaan mengabadi dalam hidupmu
_Kepergianmu"
Diujung senja
Ketika sang ayam berpulang
Ketika surya mengalah
Awan hitam kelabu berjelaga
Terdengar nyaring hewan malam
Siulan serigala berkumandang hingga otakku
Mengusik dilamun sunyiku
Aku tak berharap nanti
Rembulan dan bintang datang
Aku tak berharap takdir mengubahnya
Dan biarlah nanti malam mencekam
Hingga aku merasa takut,
Takut dikesendirianku, sepiku
Karna memang aku tak punya daya
Mengusir rasa takut yang ada
Jiwaku terkoyak takdir
Airmata terderai
Aku menangisi denting-denting malam
Meratapi jejak langkah yang kau tinggalkan
Lugunya kenangan, hati tak kuasa mencegah kerinduan
Meski tak kan pernah bertepian
Kucoba tersenyum melepas kepergianmu
Meski hati teraniaya sunyi
Pergilah kasih,,
Cinta tlah memuntahkan bara
Biarlah panasnya tetap mengendap
Dan biar hanya diri ini yang rasa
Hingga kelak,
Hanya tersisa abu rindu dalam usang
Dihati...........................................
Ketika sang ayam berpulang
Ketika surya mengalah
Awan hitam kelabu berjelaga
Terdengar nyaring hewan malam
Siulan serigala berkumandang hingga otakku
Mengusik dilamun sunyiku
Aku tak berharap nanti
Rembulan dan bintang datang
Aku tak berharap takdir mengubahnya
Dan biarlah nanti malam mencekam
Hingga aku merasa takut,
Takut dikesendirianku, sepiku
Karna memang aku tak punya daya
Mengusir rasa takut yang ada
Jiwaku terkoyak takdir
Airmata terderai
Aku menangisi denting-denting malam
Meratapi jejak langkah yang kau tinggalkan
Lugunya kenangan, hati tak kuasa mencegah kerinduan
Meski tak kan pernah bertepian
Kucoba tersenyum melepas kepergianmu
Meski hati teraniaya sunyi
Pergilah kasih,,
Cinta tlah memuntahkan bara
Biarlah panasnya tetap mengendap
Dan biar hanya diri ini yang rasa
Hingga kelak,
Hanya tersisa abu rindu dalam usang
Dihati...........................................
;;
Teringatku akan sebuah janji
Yang kini tertinggal dalam mimpi
Benarkah semua tlah pergi
Menjauh tak kan kembali
Masih tersimpan dalam palung hati
Kenangan, cinta dan impian
Meski engkau berpaling
Meninggalkanku selamanya tak kembali
Dan pergi, pergilah kemana kau ingin
Bahagialah, bahagiamu tenangkan diri ini
Dan biarlah ku tetap berimaji
Tentang esok hari
Pada kaki yang berlarian
Pada tangan saling bergenggaman
Bersama meraih matahari
indahnya...
Yang kini tertinggal dalam mimpi
Benarkah semua tlah pergi
Menjauh tak kan kembali
Masih tersimpan dalam palung hati
Kenangan, cinta dan impian
Meski engkau berpaling
Meninggalkanku selamanya tak kembali
Dan pergi, pergilah kemana kau ingin
Bahagialah, bahagiamu tenangkan diri ini
Dan biarlah ku tetap berimaji
Tentang esok hari
Pada kaki yang berlarian
Pada tangan saling bergenggaman
Bersama meraih matahari
indahnya...
Penantian Yang Tertunda
Beri aku cukup alasan
Tentang arti kekecewaan
Yang sakitnya terhujamkan
Lebih sakit dari jatuhnya airmata
Lebih pedih harus ku rasakan
Pilu yang sembilu
Letih melebur perih
Padaku, pada sebuah arti penantian
Mengapa kau tak pernah jujur
Mengapa harus ku cerna kebohongan
Di setiap hakikat yang terlantarkan
Jika kemarin aku menanti
Kini ku harap matahari lebih bersinar
Untuk'ku, untuk jiwa yang terkoyak
Meski di sunyi kerapuhan
Tentang arti kekecewaan
Yang sakitnya terhujamkan
Lebih sakit dari jatuhnya airmata
Lebih pedih harus ku rasakan
Pilu yang sembilu
Letih melebur perih
Padaku, pada sebuah arti penantian
Mengapa kau tak pernah jujur
Mengapa harus ku cerna kebohongan
Di setiap hakikat yang terlantarkan
Jika kemarin aku menanti
Kini ku harap matahari lebih bersinar
Untuk'ku, untuk jiwa yang terkoyak
Meski di sunyi kerapuhan
Ku Ingin Sendiri
Cukup sampai disini saja
Aku tlah bosan
Menantimu tanpa kepastian
Sudah tak perlu kita lanjutkan
Sakit hati ini sudah ku dapatkan
Dan itu yang kau inginkan
Aku terima kebohongan
Aku terima kenyataan
Selama penantian
Yang kini kejujuran ku terima
Dari burung camar yang hinggap di jendela
Biarlah ku sendiri
Biarlah ku berteman sepi
Karna memang itu yang ku ingin
Dan semoga kau bahagia
Merengkuh hari esok bersamanya
Aku tlah bosan
Menantimu tanpa kepastian
Sudah tak perlu kita lanjutkan
Sakit hati ini sudah ku dapatkan
Dan itu yang kau inginkan
Aku terima kebohongan
Aku terima kenyataan
Selama penantian
Yang kini kejujuran ku terima
Dari burung camar yang hinggap di jendela
Biarlah ku sendiri
Biarlah ku berteman sepi
Karna memang itu yang ku ingin
Dan semoga kau bahagia
Merengkuh hari esok bersamanya
Kemana Rindu Kan Berlabuh
Senja tua hadir kembali
Pada panorama keusangan
Disebuah tempat,
Dimana prasasti janji mengikat
Dua insan yang pernah bersama
Tulisan-tulisan indah kita
Yang kita gurat dengan pena kasih
Masih jelas nampak mata
Meski kita terpisahkan keadaan
Aku tau,,
Rindu masih melekat dalam diri kita
Namun tak sanggup kita ketepikan
Lalu kemanakah ia kan berlabuh...
Pada panorama keusangan
Disebuah tempat,
Dimana prasasti janji mengikat
Dua insan yang pernah bersama
Tulisan-tulisan indah kita
Yang kita gurat dengan pena kasih
Masih jelas nampak mata
Meski kita terpisahkan keadaan
Aku tau,,
Rindu masih melekat dalam diri kita
Namun tak sanggup kita ketepikan
Lalu kemanakah ia kan berlabuh...
Aku Nantikan Cinta Datang
Tuhan...
Beri aku kesabaran yang cukup
Menanti cinta datang
Aku tak butuh yang sempurna
Aku tak butuh ia istimewa
Yang ku butuhkan
ia sederhana, apa adanya
Mampu tuk saling setia
Tak ingkar dalam kata
Saling percaya
Dalam setiap malam ku berdo'a
Di kesendirianku
Di lamun yang tak guna
Berlinang airmata
Aku bayangkan...
Seorang datang mengusap setiap airmata
Seorang mampu mendamaikan hatiku
Membawaku kedalam nirwana kebahagiaan
...
Beri aku kesabaran yang cukup
Menanti cinta datang
Aku tak butuh yang sempurna
Aku tak butuh ia istimewa
Yang ku butuhkan
ia sederhana, apa adanya
Mampu tuk saling setia
Tak ingkar dalam kata
Saling percaya
Dalam setiap malam ku berdo'a
Di kesendirianku
Di lamun yang tak guna
Berlinang airmata
Aku bayangkan...
Seorang datang mengusap setiap airmata
Seorang mampu mendamaikan hatiku
Membawaku kedalam nirwana kebahagiaan
...
Pastikan Kenangan Kembali Kekedalaman Telaga (Akhir Cerita Kita)
Puisi kembali di telapak tangan ini
Mengisahkan satu kisah yang tak perlu di kisahkan
Seka rinai hujan, bintik pelangi
Terik yang mencaci diri
Arti dari kesepian hati
Ku coba kembali
Menenggelamkan jejak yang dulu berlarian
Di telaga ini, dikala terik berganti
Meski teramat sulit bagi diri ini
Merapikan setiap kenangan yang tersirat
Hapuslah rindu,
Sirnalah setiap bayang kelabu
Di senja yang terjatuh dalam nostalgia
Bersama surutnya telaga
Redup bebungaan
Pudarnya bayang di telaga
Ku yakin,
Tentangmu, tentangku
Tentang kita
Tlah tenggelam di kedalaman
Damai bersama impian yang tak sampai
Mengisahkan satu kisah yang tak perlu di kisahkan
Seka rinai hujan, bintik pelangi
Terik yang mencaci diri
Arti dari kesepian hati
Ku coba kembali
Menenggelamkan jejak yang dulu berlarian
Di telaga ini, dikala terik berganti
Meski teramat sulit bagi diri ini
Merapikan setiap kenangan yang tersirat
Hapuslah rindu,
Sirnalah setiap bayang kelabu
Di senja yang terjatuh dalam nostalgia
Bersama surutnya telaga
Redup bebungaan
Pudarnya bayang di telaga
Ku yakin,
Tentangmu, tentangku
Tentang kita
Tlah tenggelam di kedalaman
Damai bersama impian yang tak sampai
Andai Maaf Berarti
Bersama derasnya hujan
Aku menari
Meneteskan kepiluan airmata
Beserta kata-kata maaf
Di tengah-tengah hamparan ilalang
Mungkin semua percuma
Sia-sia bagiku
Karna kau tak kan pernah melihat
Rintihan hati yang tersayat
Mencoba mengembalikan hakikat
Kemerindumu,
Semacam tusukan dalam hatiku
Meski tak sampai jua
Terpendam selamanya, bersama rapuhnya jiwa
Andaikan sejenak saja
Kau merasakan
Mungkin maaf ini bermakna
Menyatukan kembali hati yang terpisahkan
Aku menari
Meneteskan kepiluan airmata
Beserta kata-kata maaf
Di tengah-tengah hamparan ilalang
Mungkin semua percuma
Sia-sia bagiku
Karna kau tak kan pernah melihat
Rintihan hati yang tersayat
Mencoba mengembalikan hakikat
Kemerindumu,
Semacam tusukan dalam hatiku
Meski tak sampai jua
Terpendam selamanya, bersama rapuhnya jiwa
Andaikan sejenak saja
Kau merasakan
Mungkin maaf ini bermakna
Menyatukan kembali hati yang terpisahkan
Haruskah Ku Pulang Ke Masa Lalu
Jika masih ada tersisa
Rasa cinta yang pernah ada
Yang menjaga kita
Dikala hati si serbu rindu
Dikala resah memecah gulana
Jika masih tersisa cinta untukku
Beriku harapan
Jika cinta sirna sudah
Buanglah aku, benci dan lupakanlah
Tanpamu...
Aku hanya sebatang ilalang
Yang meratapi nasibnya
Di bawah rindang kenangan
Karna cinta tak lagi milik kita
Dan Haruskah ku pulang ke masa lalu
Menikmati indah cinta yang lalu
Tuk meredakan rinduku yang piatu
Aku tak mampu
Aku hanya berharap pada bintang malam
Menyampaikan kerinduan terpendam
Meski berpulang dalam kehampaan
Rasa cinta yang pernah ada
Yang menjaga kita
Dikala hati si serbu rindu
Dikala resah memecah gulana
Jika masih tersisa cinta untukku
Beriku harapan
Jika cinta sirna sudah
Buanglah aku, benci dan lupakanlah
Tanpamu...
Aku hanya sebatang ilalang
Yang meratapi nasibnya
Di bawah rindang kenangan
Karna cinta tak lagi milik kita
Dan Haruskah ku pulang ke masa lalu
Menikmati indah cinta yang lalu
Tuk meredakan rinduku yang piatu
Aku tak mampu
Aku hanya berharap pada bintang malam
Menyampaikan kerinduan terpendam
Meski berpulang dalam kehampaan
"..."
Terlukis dalam hati
Tusukan anak panah
Perih dan pedih
Sakit berdarah-darah
Sakit tak tertolongkan
Ingin menangis,
Namun airmata tertahan
Diantara jeritan dan kesedihan
Mengapa terjadi padaku
Pada hilangnya arti ragaku
Kehidupan serasa hampa
Semua yang pergi tak pulang
Sendiri, kesepian
Terpuruk
Melumpuh di rapuhnya jiwaku
Kini aku hanyalah kenangan
Sebuah kisah yang tak mesti di ungkapkan
Biarlah ku simpan sendiri
Ku jadikan rahasia hati tersembunyi
Tentang masa-masa itu
Di lubuk hati
Tusukan anak panah
Perih dan pedih
Sakit berdarah-darah
Sakit tak tertolongkan
Ingin menangis,
Namun airmata tertahan
Diantara jeritan dan kesedihan
Mengapa terjadi padaku
Pada hilangnya arti ragaku
Kehidupan serasa hampa
Semua yang pergi tak pulang
Sendiri, kesepian
Terpuruk
Melumpuh di rapuhnya jiwaku
Kini aku hanyalah kenangan
Sebuah kisah yang tak mesti di ungkapkan
Biarlah ku simpan sendiri
Ku jadikan rahasia hati tersembunyi
Tentang masa-masa itu
Di lubuk hati
(Tanpa Judul)
Letih ku menahan
Daya ingat yang tak terlupakan
Sakit tak terelakkan
Perih hati ku rasakan
Baga tertusuk seribu mata panah
Semenjak aku kau tinggalkan
Aku hanya berteman dengan sunyi rindu
Di rapuh kehampaan
Memendam luka terpedih
Mengenang setiap untaian langkah
Yang pernah berpijak menggapai angan-angan
Andai waktu mampu ku ulang
Saat itu jua
Tak kan ku lepas genggamanmu
Tak kan ku biarkan langkah kau tinggalkan
Tak kan ku biarkan diri ini hanya kau jadikan kenangan
Namun raga tak berdaya paksa
Bila memang itu terbaik untukmu
Ku tak menyesal melepaskanmu
Ku relakan engkau berpaling menjauh
Dan ku coba tuk terima
Apa yang hati mengelak
Ku paksakan hati tuk terima kenyataan terpahit
Namun jika suatu hari nanti
Disebalik cerita sebelum senja berpulang
Ada getaran langkah
Yang buatmu ingin kembali
Tak usahlah kau meragu
Kembalilah...
Sebab segenap rasa masih menantimu disini
Masih ia utuh
Meski berkali airmata terjatuh
Cinta tetaplah perkasa kasih
Tak kan goyah
Meski gontai langkah
Raga yang terombang-ambing tak karuan
Kasih,...
Aku mencintaimu meski kautak kan pernah kembali
Daya ingat yang tak terlupakan
Sakit tak terelakkan
Perih hati ku rasakan
Baga tertusuk seribu mata panah
Semenjak aku kau tinggalkan
Aku hanya berteman dengan sunyi rindu
Di rapuh kehampaan
Memendam luka terpedih
Mengenang setiap untaian langkah
Yang pernah berpijak menggapai angan-angan
Andai waktu mampu ku ulang
Saat itu jua
Tak kan ku lepas genggamanmu
Tak kan ku biarkan langkah kau tinggalkan
Tak kan ku biarkan diri ini hanya kau jadikan kenangan
Namun raga tak berdaya paksa
Bila memang itu terbaik untukmu
Ku tak menyesal melepaskanmu
Ku relakan engkau berpaling menjauh
Dan ku coba tuk terima
Apa yang hati mengelak
Ku paksakan hati tuk terima kenyataan terpahit
Namun jika suatu hari nanti
Disebalik cerita sebelum senja berpulang
Ada getaran langkah
Yang buatmu ingin kembali
Tak usahlah kau meragu
Kembalilah...
Sebab segenap rasa masih menantimu disini
Masih ia utuh
Meski berkali airmata terjatuh
Cinta tetaplah perkasa kasih
Tak kan goyah
Meski gontai langkah
Raga yang terombang-ambing tak karuan
Kasih,...
Aku mencintaimu meski kautak kan pernah kembali
Tragedi
Keindahan tlah berlalu
Merana di tikam puing-puing bisu
Sepi dalam hamparan kelabu
Sementara ragaku tak mampu tegar
Lumpuh menahan deburan kepedihan
Teringat kisah kelam masa silam
Tragedi hati yang terluka
Yang terulang kala tahun silih berganti
Meski tlah kucoba, kucoba dan mencoba
Berpindah hindari yang sama
Ku tau, ku akui
Cerita hari ini tak sama dengan kemarin
Jua tak sama dengan esok hari
Akan tetapi sampai kapankah diri ini slalu yang terluka
Sanpai di ujung mana kebahagiaan kan terbuka
Tuhan...
Berikan aku kekuatan dan ketegaran
Tuk menghadapi jalan hidupku yang terjal
Ku tau Engkau maha pemberi
Ku yakin Engkau berikan yang terbaik
Tuhan...
Bilakah aku dapat memohon
Bahkan di setiap do'a dan airmata
Tiap malam-malamku
Aku memohon
Tuhan aku sudah lelah
Mengulang, mengulang dan mengulangi tragedi yang sama
Tuhan tuk kini dan kedepanya
Jangan lagi Engkau beri kisah yang sama
Ku tau Engkau Maha Tau segala yang terbaik buat Hamba-MU ini
Merana di tikam puing-puing bisu
Sepi dalam hamparan kelabu
Sementara ragaku tak mampu tegar
Lumpuh menahan deburan kepedihan
Teringat kisah kelam masa silam
Tragedi hati yang terluka
Yang terulang kala tahun silih berganti
Meski tlah kucoba, kucoba dan mencoba
Berpindah hindari yang sama
Ku tau, ku akui
Cerita hari ini tak sama dengan kemarin
Jua tak sama dengan esok hari
Akan tetapi sampai kapankah diri ini slalu yang terluka
Sanpai di ujung mana kebahagiaan kan terbuka
Tuhan...
Berikan aku kekuatan dan ketegaran
Tuk menghadapi jalan hidupku yang terjal
Ku tau Engkau maha pemberi
Ku yakin Engkau berikan yang terbaik
Tuhan...
Bilakah aku dapat memohon
Bahkan di setiap do'a dan airmata
Tiap malam-malamku
Aku memohon
Tuhan aku sudah lelah
Mengulang, mengulang dan mengulangi tragedi yang sama
Tuhan tuk kini dan kedepanya
Jangan lagi Engkau beri kisah yang sama
Ku tau Engkau Maha Tau segala yang terbaik buat Hamba-MU ini
Yakinlah Aku Menjemputmu
Lama ku nantikan
Detik-detik yang terdambakan
Di ujung lelah ku bertahan
Di ujung gelisah ku berharap
Agar suatu ketika
Cinta yang lama ku idamkan kembali pulang
Seribu senja, sedasawarsa masa
Mimpi yang tak sampai
Angan yang masih tersembunyi
Hanya dalam hitungan detik kan tercapai
Engkau kan kembali dalam pelukku
Mentari yang pernah redup
Hujan yang tak henti
Tlah menyisakan segenap kisah penantian
Lihatlah cawan rindu disana
Airmata penantianku
Yang kerap terjatuh kala kau coba menjauh
Tak ingin lagi diri ini menanti
Tak ingin airmata tertumpah kembali
Kasih kini aku datang menjemputmu
Menjemput arti sebuah kebahagiaan
Ku akui
Engkau wanita terhebat
Yang pernah ku temukan
Yang memberi ketentraman jiwaku
Yang slalu ada di kegundahan hatiku
Engkau teristimewa dalam hidupku
Kasih
Untuk kali ini saja
Ku mohon jangan pergi lagi
Meski tanpamu diri ini hanya insan penuh rindu
Tanpamu diri ini hanya mampu panjatkan do'a dan harapan
Agar kelak kita slalu bersatu
Kasih
Engkaulah arti hidupku
Engkaulah terjemahan setiap do'a-do'aku
Detik-detik yang terdambakan
Di ujung lelah ku bertahan
Di ujung gelisah ku berharap
Agar suatu ketika
Cinta yang lama ku idamkan kembali pulang
Seribu senja, sedasawarsa masa
Mimpi yang tak sampai
Angan yang masih tersembunyi
Hanya dalam hitungan detik kan tercapai
Engkau kan kembali dalam pelukku
Mentari yang pernah redup
Hujan yang tak henti
Tlah menyisakan segenap kisah penantian
Lihatlah cawan rindu disana
Airmata penantianku
Yang kerap terjatuh kala kau coba menjauh
Tak ingin lagi diri ini menanti
Tak ingin airmata tertumpah kembali
Kasih kini aku datang menjemputmu
Menjemput arti sebuah kebahagiaan
Ku akui
Engkau wanita terhebat
Yang pernah ku temukan
Yang memberi ketentraman jiwaku
Yang slalu ada di kegundahan hatiku
Engkau teristimewa dalam hidupku
Kasih
Untuk kali ini saja
Ku mohon jangan pergi lagi
Meski tanpamu diri ini hanya insan penuh rindu
Tanpamu diri ini hanya mampu panjatkan do'a dan harapan
Agar kelak kita slalu bersatu
Kasih
Engkaulah arti hidupku
Engkaulah terjemahan setiap do'a-do'aku
...........
Ku guratkan pena pada selembar kertas
Ku tuliskan kisah nestafa
Di senja tua musim semi
Kala sang surya enggan mengalah
Di letih menahan lelah
Airmata paling kelabu terjatuh
Teringat cerita ketika kau menjauh
Saat itu
Aku ingin menjelma udara
Meredamkan luka setenang petafa
Namun angin tak berarah menghempas
Membawaku melayang bebas
Meski tak terbatas
Aku terjatuh dalam rindu yang sama
Engka datang, bak pengelana yang kehilangan rindunya
Kembali kita menyatu
Bersama kita arungi asmara
Meski kini kita dalam penantian
Jeda jarak yang memisahkan
Namun aku yakin
Kebahagiaan kelak milik kita
Dalam sangkar mahligai cinta yang sejati
Ku tuliskan kisah nestafa
Di senja tua musim semi
Kala sang surya enggan mengalah
Di letih menahan lelah
Airmata paling kelabu terjatuh
Teringat cerita ketika kau menjauh
Saat itu
Aku ingin menjelma udara
Meredamkan luka setenang petafa
Namun angin tak berarah menghempas
Membawaku melayang bebas
Meski tak terbatas
Aku terjatuh dalam rindu yang sama
Engka datang, bak pengelana yang kehilangan rindunya
Kembali kita menyatu
Bersama kita arungi asmara
Meski kini kita dalam penantian
Jeda jarak yang memisahkan
Namun aku yakin
Kebahagiaan kelak milik kita
Dalam sangkar mahligai cinta yang sejati
Langganan:
Postingan (Atom)