Terpenjara pupusnya mimpi-mimpi
Terperangkap dalam kelaraan hati
Terserang kelumpuhan bebani langkah kaki
Bagaimanakah ku tegarkan kerapuhan diri
Dalam kemurungan sayu
ku coba mengertikan arti putusnya rasa
Asa cinta yang harus terkubur
Namun kini,,
Kumerasa ada yang beda
Pagiku,
Siangku,
Soreku,
Senjaku,
Malamku
Saat kumelihat,
Semua gelap tanpa warna
Butakah mata
Saat ku mendengar,
Tiada sepatah kata menembus telinga
Tulikah telinga
Saat ku ingin berkata,
Tiada suara terbuang
Bisukah mulutku
Logikaku melayang jauh
Jiwaku luruh
Hati ini perlahan runtuh
Ku terjatuh ke bumi
Dalam belantara kesengsaraan
Kan ku terobos segala pembatas mimpi-mimpi
Tuk menemui cahaya di penghujung titian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar