Aku airmata yang meneliti raut rupamu
Yang terjatuh merasakan senandung perihmu
Aku luka, yang buatmu tersiksa
Lirih menguliti, pedih menghujam nadi
Cinta...
Semua tlah berakhir derita
Engkau bersedih, apalagi daku
Engkau menangis tertumpah arimatamu
Aku pun begitu
Tapi suatu kelak nanti
Ada celah-celah kecil menerobos mimpi
Hingga akhir kau rengkuh bahagia
Aku pun jua
Maafkan aku...
Yang telah memberimu sebuah rasa,
Rasa yang ku alirkan dalam nadimu
Yang aku pun tak sanggup menghentikannya
Maafkan aku...
Hadiahkanmu rindu tak nyata
Yang bayangnya mesti terjerembab di pelupuk matamu
Namun...
Kenanglah aku dalam senandungmu
Ku tak mungkin bisa menjadi milikmu
Karna kita tak punya restu tuk menyatu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar