Selaksa mentari penerang jiwaku
Yang tak teredupkan
Telah pancarkan cahayamu
Hingga seakan jiwa yang pernah layu
Kini terasa hidup kembali
Kepadamu...
Yang slalu ada
Meski nyatamu tak mampu ku raih
Telah memberikan nuansa barudihidupku
Bahkan raga rapuh ini
Kembali bangkit dan berlari
Meski hanya untuk mengejar raut wajahmu
Meski tak kan ku dapatimu
Ku ikuti hati kemana langkah membawamu
Meski jalan terjal dan berliku
Duri tajam bahkan lubang tercuram telah menunggu
Tak kan gentarkan langkahku
Karna ku yakin
Engkaulah anugrah
Engkaulah penantian
Engkaulah puisiku kini, aksara di tiap baitku
Engkau kebahagiaanku
Dan bila esok hari
Rasa ini tak sampai
Kasih mesthi tertinggal
Kuharap tetaplah engkau menjadi mentari
Yang kan slalu menerangi jiwa ini
Menerangi cinta yang kian bersemi
Di Hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar