expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 15 Maret 2015

Semenjak Kepergianmu

Hujan ini terasa sepi
Tiada canda tawa mewarnai
Hanyalah rindu ini yang kian piatu
Tanpamu ada di sampingku
Hanya airmata dalam pelukku

Jujur bayangmu masih menghantui
Kala kesunyian melanda
Meski airmata ini menggenangi bola mata
Karna ku tak mampu merapikan tiap kenangan

Aku bayangkan
Jika engkau kembali datang
Hanya satu pintaku padamu
Kumohonkan
Tatakan kenangan ini serapi mungkin
Agar tiada mampu melintasi ingatanku lagi

Yang Tak Sampai

Kasih Tak Sampai 

Kepadamu...
Selaksa mentari penerang jiwaku
Yang tak teredupkan
Telah pancarkan cahayamu
Hingga seakan jiwa yang pernah layu
Kini terasa hidup kembali

Kepadamu...
Yang slalu ada
Meski nyatamu tak mampu ku raih
Telah memberikan nuansa barudihidupku
Bahkan raga rapuh ini
Kembali bangkit dan berlari
Meski hanya untuk mengejar raut wajahmu
Meski tak kan ku dapatimu

Ku ikuti hati kemana langkah membawamu
Meski jalan terjal dan berliku
Duri tajam bahkan lubang tercuram telah menunggu
Tak kan gentarkan langkahku

Karna ku yakin
Engkaulah anugrah
Engkaulah penantian
Engkaulah puisiku kini, aksara di tiap baitku
Engkau kebahagiaanku

Dan bila esok hari
Rasa ini tak sampai
Kasih mesthi tertinggal
Kuharap tetaplah engkau menjadi mentari
Yang kan slalu menerangi jiwa ini
Menerangi cinta yang kian bersemi
Di Hati

Masih Lamakah

Terlalu lama kau menghilang
Teramat panjang aku dalam penantian
Tak ingin kau berpindah tangan
Tak ingin diri ini kau tinggalkan

Seribu senja telah memberi arti
Tuk ku setia menanti
Sembilan purnama ajarkan ketabahan
Walau rindu hati tak tertahankan
Meski hanya dalam mimpi kita di pertemukan

Bukanlah airmata ajarkan kebencian
Tidaklah kecemburuan buatku dendam
Kasih...
Aku ada disini mendambakan engkau datang
Meski terik dan hujan
Badai, bahkan lintar yang menyambar
Aku bertahan
Dan cinta tetaplah perkasa

Kasih...
Berapa lama lagi engkau disana
Berapa banyak lagi airmata kerinduan yang kan tertumpah
Cepatlah pulang
Secepat mungkin
Seiring kesetiaan milik kita
...

Menemukanmu

Terlukis di antara seribu senja
Satu kisah kelam
Kisah yang tak kan terulang
Hati terkoyak
Jiwa nelangsa
Begitu pedih terasakan
Seakan hidup tiada makna

Namun kini...
Aku rasakan
Sebuah harapan yang begitu indah
Satu cinta yang tercurah
Tiada alasan tuk airmata tertumpah
Tiada kan terukir kembali kesedihan

Meski yang lalu aku tersakiti
Yang lalu aku terkhianati
Yang lalu hatiku tak terobati

Dan kini setelah kutemukanmu
Segala kisah masa lalu
Penderitaanku, kesengsaraan itu
Tlah hancur melebur
Karena dirimi memberikan arti hidupku
Dirimu berkata "Jagalah Kebahagiaanku"

Hingga ku yakin
Bahwa memang dirimu, dan hanya dirimu
Arti aku harus terus menjalani hidupku

Nah... Watashi wa zentai ni nari ima dewa subete
Watashi wa anata ni komitto
"Watashi wa yuāzu yo"

Lost Kontrol

Terduduk sepi
Termenung seorang diri
Meratapi segala kegundahan hati
Tidakkah kini
Hari-hari terkesan membosankan

Sunyi yang kian mendekap
Sakit nan menghujat
Begitu pedih menyelimuti jiwa
Terkoyak ku terkoyak

Aaaaahhhh...

Seraya gemuruh terdengar
Rinai hujan membasahi bumi
Kepalanku menghantam dinding-dinding
Berontak ku berontak
Hingga ku terobos daun pintu nan terkunci

Ku berlari-berlari
Menerjang hujan
Menggapai gemuruh yang berlarian
Meski petir kerap menyambar
Tanpa sadar
Ku tertunduk di padang ilalang
Raga lumpuh
Logika melayang jauh
Jiwa luluh

Dan hanya satu hal yang aku tau
Harapan dan do'a tlah berkhianat

Oh, Tragedi...
Kemanakah senyumku pergi
Hingga kini tak jua ia kembali

Kepergianmu


Jumat, 13 Maret 2015

Kumpulan Puisi Menyentuh Hati

.:...:...:.
:D
""
.::.
...........
;;
()
"..."
Air Mata Puisi
Aku Nantikan Cinta Datang
Andai
Andai Maaf Berarti
Angin Kegelapan
Berikan Waktumu
Do'aku
Do'alah Tombakku
Don't Leave Me
Di Penantian Sunyi
Engkau Dimana
Engkau Takkan Kembali
Haruskah Ku Pulang Ke Masa Lalu
Hilangmu
inspirasi
Jangan Lagi Biarkan Ku Menanti
Jeritan Hati Yang Tertunda
Kasih Tak Sampai
Kasih Tak Sampai (Hanya Hati)
Kau Segalaku
Kemana Rindu Kan Berlabuh
Kembalilah
Kenang Aku Dalam Senandungmu
Kepergianmu
Ketakutanku
Kini
Ku ingin Sendiri
Lost Kontrol
Lupakan
Masih Lamakah
Mencapaimu
Menanti Senjaku Kembali
Menemukanmu
Mengapa Harus Puisi
Kepergianmu
Pastikan Kenangan Kembali Kekedalaman Telaga (Akhir Cerita Kita)
Pelukku Tuk Terakhir Kali (Terimakasihku)
Penantian Yang Tertunda
Perjalananku
Perjalanan Untuk Janji
Poem
Puitis
Pulangmu
Sang Mantan
Satu
Satu Senja
Selamat Jalan
Selamat Tinggal
Semenjak Kepergianmu
Senandung ilalang Kering
Sujud Kami
Surga Hati
Tanda Tanya
Tanpa Judul
Tak Berjudul
Tertatihku Mengenangmu
Teruntukmu Tanpaku
Tolong Aku
Tragedi
Tragediku
Tulisan Hati
Tulisanku
Untuk Jodohku Saja
Untukmu (Dari Hatiku)
Untukmu (Tanpaku)
Yakinlah Aku Menjemputmu
Yang Tak Sampai

Angin Kegelapan

Redup sinar bulan
Kala hilir angin silih berganti
Terang yang menggelap
Pekat nan menghitam
Butir-butir airmataku menetes pilu
Terjatuh, lukai hatiku

Jika jemariku tak mampu lagi tuk meraihmu
Jika bayangmu kian melekat di kegelapan
Masih pantaskah ku merindu
Sementara hati nelangsa dalam nestafa
Pedih beradu dalam resah

Lebih baik kau lumpuhkan ragaku
Lebih baik kau hujankan anak panahmu padaku
Bukankah itu yang terbaik
Hati hancur, bak serpihan kaca
Lenyapkan berjuta mimpi indah
Pupuskan segala asa kebahagiaan

Kembali Ke Daftar Puisi or Soundtrack Anime