Kasih...
Tahukah engkau
Selama ini ku slalu mengalah
Senantiasa dibawah
Tuk turuti hatimu
Agar kau bahagia
Agar pipimu tak terbanjiri airmata
Agar kelak airmata kita habiskan bersama
Dalam sangkar mahligai bahagia
Kasih...
Inilah ragaku yang serba berketerbatasan
Inilah ragaku yang penuh kekurangan
Inilah ragaku dengan segala kelemahan
Inilah ragaku yang di beri batas waktu
Namun rasaku tak tersurutkan waktu
Kasih...
Akankah kau mengerti
terik dan hujan, bahkan topan dan lintar
Jiwa raga ini tetap kekar
Tak terlelah genggem cinta
Sejujurnya hati ini telah memilikimu
Dan raga ini ingin memilikimu
Akan engkau yang kemarin jatuhkan airmata ini
Akan kini engkau yang kembali
Jangan lagi kau biarkan aku mengulang
Penantian panjang yang malang
Delapan tahun cukup bagiku menelan keperihan
Sesungguhnya aku tak ingin kau jadikan sepenggal kenangan
Lihatlah mataku, terobos hingga hatiku
Lihat apa yang terdalam
Adalah namamu disana,
Dan potretmu yang setia bertahta
Kini mataku tak menangis
Airmata telah habis tiada sisa
Telah menjadi telaga karam dihatiku,
Bersama rindu dan bayangmu
Meski kau yang tak menyisakan airmataku
Tiada terbesit hati usaikan cinta
Ku akui...
Engkaulah airmataku
Kesedihanku yang terdalam
Engkaulah keindahanku
Kebahagiaan yang terdambakan
Oh Tuhan pemilik segala kehidupanku
Jiwa ragaku bersorak
Atas segala munajat-munajat
Kebahagian tertitip kembali dihidupku
Atas dirimu yang kembali lagi disampingku
Arungi bahtera cinta dalam bahagia
Tahukah engkau
Selama ini ku slalu mengalah
Senantiasa dibawah
Tuk turuti hatimu
Agar kau bahagia
Agar pipimu tak terbanjiri airmata
Agar kelak airmata kita habiskan bersama
Dalam sangkar mahligai bahagia
Kasih...
Inilah ragaku yang serba berketerbatasan
Inilah ragaku yang penuh kekurangan
Inilah ragaku dengan segala kelemahan
Inilah ragaku yang di beri batas waktu
Namun rasaku tak tersurutkan waktu
Kasih...
Akankah kau mengerti
terik dan hujan, bahkan topan dan lintar
Jiwa raga ini tetap kekar
Tak terlelah genggem cinta
Sejujurnya hati ini telah memilikimu
Dan raga ini ingin memilikimu
Akan engkau yang kemarin jatuhkan airmata ini
Akan kini engkau yang kembali
Jangan lagi kau biarkan aku mengulang
Penantian panjang yang malang
Delapan tahun cukup bagiku menelan keperihan
Sesungguhnya aku tak ingin kau jadikan sepenggal kenangan
Lihatlah mataku, terobos hingga hatiku
Lihat apa yang terdalam
Adalah namamu disana,
Dan potretmu yang setia bertahta
Kini mataku tak menangis
Airmata telah habis tiada sisa
Telah menjadi telaga karam dihatiku,
Bersama rindu dan bayangmu
Meski kau yang tak menyisakan airmataku
Tiada terbesit hati usaikan cinta
Ku akui...
Engkaulah airmataku
Kesedihanku yang terdalam
Engkaulah keindahanku
Kebahagiaan yang terdambakan
Oh Tuhan pemilik segala kehidupanku
Jiwa ragaku bersorak
Atas segala munajat-munajat
Kebahagian tertitip kembali dihidupku
Atas dirimu yang kembali lagi disampingku
Arungi bahtera cinta dalam bahagia

