Beri aku cukup alasan
Tentang arti kekecewaan
Yang sakitnya terhujamkan
Lebih sakit dari jatuhnya airmata
Lebih pedih harus ku rasakan
Pilu yang sembilu
Letih melebur perih
Padaku, pada sebuah arti penantian
Mengapa kau tak pernah jujur
Mengapa harus ku cerna kebohongan
Di setiap hakikat yang terlantarkan
Jika kemarin aku menanti
Kini ku harap matahari lebih bersinar
Untuk'ku, untuk jiwa yang terkoyak
Meski di sunyi kerapuhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar