Masih slalu terbayang
Seraut wajah yang tak kan hilang
Wajah yang ku alirkan ke seluruh pembuluh darahku
Bahkan hingga ujung rambutku
Engkau ada, engkau menghantui logika
Namun raga tak berdaya paksa
Kau terburu pergi tanpa berpamitan
Meninggalkan sejuta kerinduan
Nyanyian tentangmu, Tentang rasa yang tak terpupuskan
Yang syairnya mesti tercaci
Kini terhampar di lembah duka
Biarkan ku peluk erat
Airmata yang menetes pilu
Yang terjatuh di telapak tanganku
Terbata do'a
Jerit hati luruh, logika melayang jauh
Jiwaku meronta
Ku akui...
Engkau terindah, yang pernah mengisi hariku
Engkau teristimewa, Engkau nirwana kedamaianku
Meski engkau kini hanya tinggal ilusiku
Selamat jalan...
Semoga kau bahagia selamanya
Dan biarkan ku menyimpan,
Kerinduan dan kenangan
Agar menjadi bukti
Bila suatu hari nanti kau kembali
Selapang dada, seluas telaga hati
Engkau tetap termimpikan diri ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar