Tak seperti yang ku bayangkan
Goresan pena berperang dalam kertas
Hanya tuk menguras kenangan bersamamu
Saat cinta hebat mengusir airmata
Membebaskan segala belenggu lara
Hingga terceloteh keriangan tawa
Mengapa Tuhan beriku aksara
Jika adanya hanya mengundang airmata
Mengapa harus dalam sebuah coretan puisi
Ku menumpahkan segala kisah
Yang saat ini harus mempersembahkan perpisahan
Bukan ku ingin hentikan puisi
Bukan pula kehilangan aksara
Hanya karna tersamar airmata
Akan tetapi,..
Kini tak ada arti lagi ku berpuisi
Bila kenyataannya ku tlah sendiri
Kita tlah terpisahkan
Kau pergi
Tak ada lagi dirimu kasih
Tak mampu lagi ku bersanding mengikiskan pena
Seakan sepotong bara telah padam
Tuk menggerakan hati mengaiz aksara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar