expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 06 Juli 2014

()

Masih mampukah ku lukis nirwana
Semenjak airmata genangi bola mata
Indah tak mampu lagi ku pandangi
Samar sudah mataku ini

Terlalu takut ku melangkah
Teramat sakit ku ayunkan kaki
Terik begitu menjulurkan sengatnya

Disudut kelam malam
Bulan tak lagi bersinar
Harus kemana lagi ku bersandar

Hanya airmata, airmata dan airmata
Yang mampu ku keluarkan
Dinyata, maya, maupun bawah sadar

Riuh hati memudar
Rekah senyumku terenggut

Kasih,,.
Engkau pertama yang mengertiku
Dikala hatiku kesepian
Kau hadir bawakan senyuman

Engkau teristimewa, engkau terindah
Dihidupku, disetiap detik menitku
Kau slalu sejukan jiwaku

Namun,,
Terdampar ku ke lembah nestafa kini
Pahit terpedih hujani hati ini
Bagai seribu panah menusukku

Kasih,,
Mengapa kau lumpuhkanku
Kau pupuskan segala asaku
Terpatahlah semangat hidupku

Jika kau mau tau
Lalu tak kan tinggalkanku

Betapa tulus dari hatiku
Ku mencintaimu
Terlalu takut kehilanganmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar