Masih mampukah ku lukis nirwana
Semenjak airmata genangi bola mata
Indah tak mampu lagi ku pandangi
Samar sudah mataku ini
Terlalu takut ku melangkah
Teramat sakit ku ayunkan kaki
Terik begitu menjulurkan sengatnya
Disudut kelam malam
Bulan tak lagi bersinar
Harus kemana lagi ku bersandar
Hanya airmata, airmata dan airmata
Yang mampu ku keluarkan
Dinyata, maya, maupun bawah sadar
Riuh hati memudar
Rekah senyumku terenggut
Kasih,,.
Engkau pertama yang mengertiku
Dikala hatiku kesepian
Kau hadir bawakan senyuman
Engkau teristimewa, engkau terindah
Dihidupku, disetiap detik menitku
Kau slalu sejukan jiwaku
Namun,,
Terdampar ku ke lembah nestafa kini
Pahit terpedih hujani hati ini
Bagai seribu panah menusukku
Kasih,,
Mengapa kau lumpuhkanku
Kau pupuskan segala asaku
Terpatahlah semangat hidupku
Jika kau mau tau
Lalu tak kan tinggalkanku
Betapa tulus dari hatiku
Ku mencintaimu
Terlalu takut kehilanganmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar