expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Sabtu, 05 Juli 2014

Andai

Kelam malam tak beranjak pergi
Lamban sang waktu menemukan pagi
Dalam hentian yang masih misteri
Ku bersujud pasrah
Atas segala keluh kesah
Ku berdo'a,
Semoga tabir terkunci
Secepat cahaya sesegera membebaskan diri

Andai kau tak pergi
Andai kasih tak kau buat terhenti
Ku yakin kebahagian masih dharma
Dan derita terhapus tawa

Engkau yang kini pergi
Ku hanya mampu do'akan
Semoga kasih kau bahagia

Andaikan kau datang kembali
Kembali menerima kasihku
Tak kan ku sia-siakan dirimu kasih

Namun kini ku tak tau
Apakah kau telah dapat penggantiku
Atau masih menanti ku menghampirimu

Semoga kau dengar bisikan kalbuku
Kurindu tutur sapamu nan manja
Ku rindu senyum menawanmu
Ku rindu pelukmu,
Ku rindu ketika ku cium keningmu
Ku rindu semuanya

Jika kau mengerti
Jika kau pahami
Lalu kan kembali
Kan ku ceritakan isi hati ini
Bahwa ku mencintaimu
Kemarin,
Kini,
Esok,
Selamanya ku mencintaimu

Maka kan ku hentikan nyanyian hati yang duka
Yang berdarah menumpah airmata
Dengan harapan yang nyata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar