Ku guratkan pena pada selembar kertas
Ku tuliskan kisah nestafa
Di senja tua musim semi
Kala sang surya enggan mengalah
Di letih menahan lelah
Airmata paling kelabu terjatuh
Teringat cerita ketika kau menjauh
Saat itu
Aku ingin menjelma udara
Meredamkan luka setenang petafa
Namun angin tak berarah menghempas
Membawaku melayang bebas
Meski tak terbatas
Aku terjatuh dalam rindu yang sama
Engka datang, bak pengelana yang kehilangan rindunya
Kembali kita menyatu
Bersama kita arungi asmara
Meski kini kita dalam penantian
Jeda jarak yang memisahkan
Namun aku yakin
Kebahagiaan kelak milik kita
Dalam sangkar mahligai cinta yang sejati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar