expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Teruntukmu Tanpaku

Ditepian ini ku duduk seorang diri
Termenung dari tragedi airmata ini
Kian angin menghempas
Kian ombak menghantam
Memecah karang tepian
Kerap badai berdatangan
Bahkan topan menyambar
Tetap ku bertahan
Terik dan hujan
Melawanku dalam ketegaran
Adakah engkau mengerti
Telah kubuktikan pada alam
Pada sang waktu
Kekuatan cintaku
Genggam janji setiaku
Tak lelah menanti hadirmu disampingku
Meski kau yang tumpah airmata ini
Kau yang hadirkan kemelut jiwa ini
Tiada hati tuk usaikan rasa
Tiada logika pupuskan asa
Terukir sudah raut wajahmu dilangitku
Yang hanya aku yang tau
Dan ingin kumenatapnya
Hingga aku tinggalkan fana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar