Mungkin ini yang dinamakan terbuang
Tidaklah ada yang menghiraukan
Terinjak-injak roda waktu
Lalu terbenam kenangan sayu
Katamu, Kau tak kan berubah
Ternyata sekejap kau berpindah
Kau lemparkan aku bagai sampah
Hingga hatiku luluh lantah
Selamat janjimu tinggal kenangan
Atas nama cinta perdagangan
Kau musnahkan asa kebahagiaan
Kau robohkan impian-impian
Tinggallah aku yang menderita
Bersama deraian airmata
Bukankah aku telah korbankan;
Setiap waktu menunggumu pulang
Meski terlalu lama kau menghilang
Setia menantimu datang
Meski kesetiaan kau lelang
Dan aku suka melamunkanmu
Rindu pun tetap milikmu
Tapi...
Dimanakah kemesraan yang dulu
Saat kau suka genggam tanganku
Suka peluk aku, suka cium aku
Sesungguhnya siapa yang berubah
Fatamorgana apa yang buatku bersalah
Hingga kau anggap aku yang berubah
Jujur...
Aku rindu kau yang dulu kala
Saat kau ajarkan aku kebahagiaan
Dimana rasa cemburu itu belum ada
Jujur aku bertanya;
Dimana kau berada?
Dibumi yang mana?
Aku cari, kau tetap tak kutemui
Aku nanti, kau tak kembali-kembali
Lihatlah ragaku
Tersendak dan tersibak
Lelah menunggumu kembali, seperti sedia kala
Tolong Aku Tuhan...
Aku Ingin Jumpa Dengan Dia
Aku Rindu Hebat Dengan Dia
Dia Yang Ajari Hadiah
Diantara Kado Keindahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar