expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Rabu, 26 Oktober 2011

PERJALANANKU

walau jalan yang panjang terjal curam nan penuh penat kan ku lewati...
tiada langkahku kan terhenti...
tanpa rasa takut angin sepoi dan badai pun kan ku hadapi dengan ketegaran hati...

tibalah aku di tepian samudra yang luas membentang...
membawa sebuah rakit kecil dari bambu...
dayung demi dayung aku berlayar
sambutan senja jingga merentang di ufuk barat...
gelap gulita malam mengiringi perjalanan nan penuh derai ombak...
datanglah pagi yang mencekam...
aku masih di tengah lautan...
sang matahari pun mulai beranjak...
siang yang panas telah datang menyengat...
tatkala matahari mulai tenggelam...
sampailah aku di pulau seberang...
semangatku kian berkobar...
tuk menemui sang pacar...

dingin malam menyelimuti tubuhku...
sampailah aku di depan matamu...
dikau pun peluk aku...
serasa hangat badanku...
namun aku lemas dan lapar...
kau pun merasakan berat tubuhku...
...saat mataku terpejam, aku pun masih di dekapanmu...
...saat kau lepas tubuhku, kau pun tak sadar bahwa aku telah tiada saat masih di pelukanmu...
air matamupun tak henti menetes...
sesungguhnya jiwaku masih di sampingmu...
jiwakupun ikut menangis bersamamu...
...karena tak sanggup, melihat air matamu mengalir di rona pipimu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar