Kita adalah karang
Selalu tegar diterpa lautan
Menang dalam badai ombak
Kita adalah jagoan
Riuh gemuruh bukan rintangan
Tak terkalahkan dalam pertempuran
Kita adalah kesejatian cinta
Berjuang atas nama cinta
Menyatu dikeabadian cinta
Itu Dulu Kala
Kini...
Ucap tahlil berkumandangkan
Air mata tak terbendungkan
Bersama membawa kereta kencana
Setangkai kembang mewangi
Temanimu dalam perjalanan
Menuju tanah dan liang
Istana termegah dalam fana
Maaf cinta,
Kutemanimu sampai disini
Tak mungkin ku ikuti
Terimakasihku tiada tara
Atas janjimu yang tak kau dusta
Cinta yang sehidup semati
Hanya do'aku yang mampu mengejarmu
Abadilah dalam tidurmu
Tutup usiamu melumpuhkan jiwa ragaku
Seakan membawaku dalam kegelapan
Ketika kecerahan tak lagi kudapatkan
Sepi sunyi tak bertempat sandar
Terdiam membisu seribu aksara
Telinga ini menuli tiada mendengar
Mata ini membuta...
Dan...
Biarlah semua kusimpan rapi
Terkunci direlung sanubari
Selamanya abadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar